BELAKANGAN ini, kendaraan dengan mesin berteknologi turbo kian populer di Indonesia. Fungsi alat ini untuk membantu mesin memperoleh udara dan oksigen sebanyak mungkin pada putaran tinggi. Karena perangkat turbo mampu memberikan tambahan udara yang sangat dibutuhkan dalam proses pembakaran, maka tak perlu heran jika mesin turbo memiliki output yang jauh lebih besar dibanding mesin konvensional dengan kapasitas yang sama bahkan lebih besar.

Di dalam perangkat turbo terdapat dua turbin. Turbin pertama memanfaatkan tekanan udara dari saluran exhaust mesin untuk memutar poros utama yang menghubungkannya dengan turbin kedua. turbin kedua berfungsi menghisap udara dari luar dan dikompresikan ke saluran intake mesin.

Untuk menghasilkan tekanan yang cukup, perangkat turbo harus dapat berputar cepat, bahkan hingga 80.000rpm. Temperatur kerjanya pun sangat tinggi, terlebih akibat sumbangan panas dari hembusan gas sisa pembakaran mesin. Untuk melindungi perangkat ini dari keausan, komponen bearing saja tidak cukup. Oleh karena itu dibutuhkan pelumasan tambahan dengan mengalirkan oli ke bagian poros turbin yang memanfaatkan pompa oli mesin.

Karena pelumasan turbo terhubung dengan pelumasan mesin, sangat disarankan untuk tidak mematikan mesin secara tiba-tiba ketika kendaraan habis digeber pada kecepatan tinggi. Pasalnya saat itu kondisi turbin masih berputar dengan cepat dan sangat panas.

Jika pada kondisi itu suplai oli dihentikan (akibat mesin dimatikan tiba-tiba), poros turbin akan
berputar terus tanpa pelumasan sehingga akan memperpendek usia pakainya. Padahal untuk memperbaiki alat ini tidak bisa dibilang murah.

Cara yang bijaksana untu mematikan mesin pada kendaraan berteknologi turbo adalah dengan membiarkan mesin berputar dalam kondisi idle (langsam) beberapa saat, baru kemudian mematikannya tanpa perlu memainkan pedal gas. Tujuannya agar putaran turbin melambat sampai pada putaran yang aman untuk memutuskan suplai olinya.

Pada kendaraan turbo generasi beberapa tahun terakhir, produsennya telah menyiasati hal ini dengan menambahkan fitur yang dinamai turbo timer. Dengan adanya perangkat ini, mesin tidak akan langsung mati meski kunci kontak sudah dicabut sekalipun.

Perangkat ini memiliki dua manfaat. Manfaat pertama mampu memperpanjang usia komponen turbocharger dan manfaat lainnya membuat pemilik tak perlu lagi menunggu saat yang tepat untuk mematikan mesin. Karena begitu kunci kontak dalam posisi off dan dicabut, mesin akan terus hidup beberapa saat sehingga pemilik dapat meninggalkan kendaraan segera. Setelah itu mesin akan mati secara otomatis pada saat yang tepat.

Jika belum memiliki turbo timer, Anda bisa melengkapi kendaraan turbo Anda dengan membeli perangkat ini di toko dan aksesori besar terdekat. Namun jika Anda memiliki hobi utak-atik elektronik, bisa membuat sendiri dengan merakit timer kit (umumnya menggunakan jantung komponen IC berkode 555) yang banyak dijual di Glodok dan toko komponen elektronik.

Advertisements