Apa itu piggy-back?


Piggy back adalah Engine Management System yang sudah terprogram untuk mengoptimalkan parameter bensin dan pembakaran untuk disampaikan ke standar ECU pabrik untuk menghasilkan tenaga yang maksimum dan mengoptimalkan serta meningkatkan konsumsi bahan bakar.


Mengapa disebut piggy-back?

Piggy-back dalam arti sesungguhnya adalah menggendong dengan kaki orang yang digendong menjulur kedepan. Seperti pada gambar disamping yang diperagakan oleh Jeniffer Gardner. Sedang piggy-back pada engine management system disini adalah ECU standar menggendong ECU modifikasi sehingga ECU modifikasi disebut dengan Piggy-back karena digendongkan di ECU standar. Jadi pemasangan piggy-back ini tidak mengganggu ECU standar, hanya mengoptimalkan saja dan dapat distel dari standar sampai paling optimal.

Mengapa saya harus memasang piggy-back di kendaraan saya?

Alasan utama untuk anda adalah untuk meningkatkan performa mesin kendaraan. Penambahan torsi dan tenaga yang signifikan di semua rentang putaran mesin dapat anda rasakan. Sebagai tambahan, mesin akan lebih halus, respon yang lebih baik di semua tingkat RPM dan konsumsi bahan bakar yang lebih baik.

Alasan kedua adalah untuk mengoptimalkan modifikasi pada mesin dan sistem pembuangan kendaraan anda. Standar ECU tidak dapat mengatur pembakaran dengan baik apabila ada penggantian headers, muffler, high flow air filters, performance cam shafts, pemasangan turbocharger, supercharger dan lainnya.

Bagaimana piggy-back dapat meningkatkan tenaga pada mesin kendaraan?

Setiap mesin membutuhkan timing pengapian dan rasio udara bahan bakar yang optimal pada tiap putaran mesin dan pembebanan tertentu. Piggy-back dapat mengoptimalkan ketiga hal tersebut dalam kombinasi yang berbeda sehingga dapat disesuaikan dengan gaya berkendara anda.

Berapa kah peningkatan tenaga yang akan anda dapatkan?

Peningkatan 10-30 hp adalah mudah didapatkan dari mesin kendaraan anda, bahkan ada kendaraan yang mengalami peningkatan sampai dengan 50 hp hanya dengan pemasangan piggy-back sendiri. Peningkatan yang akan anda dapatkan tergantung dari kondisi kendaraan anda.

Mercedes C270 CDI yang saya gunakan mengalami peningkatan tenaga dari 176 hp menjadi 225 hp dan peningkatan torsi dari 365 Nm menjadi 400 Nm. Semua angka diatas didapat dari hasil dyno test. Peningkatan tersebut sangat terasa dan hentakan kendaraan anda menjadikan pengalaman yang tidak terlupakan.

Apa bedanya piggy-back dengan performance chips?

Performance chips hanya menggunakan chip yang terprogram dari pabrik pembuatnya untuk dipasang menggantikan chip standar pada ECU. Penggantian ini hanya di reprogram saja tapi tidak dapat disesuaikan dengan beban dan gaya kita berkendara. Sedangkan piggy-back dapat di program ulang untuk menyesuaikan gaya berkendara, kualitas bahan bakar dan banyak hal lainnya. Peningkatan performance chips yang saya rasakan hanya 5% saja maksimal.

Piggy-back merk apa yang harus saya pakai?

Ada bermacam-macam tipe dan jenis piggy-back yang dijual di pasar bebas. Konsultasikan dengan installer nya dan minta masukan dari teman yang sudah menggunakan piggy-back sejenis sehingga anda tidak menyesal nantinya. Sebelum memasang piggy-back, optimalkan mesin kendaraan anda dulu dengan mengganti oli, mengganti semua belt yang sudah rusak, mengganti busi dan beberapa hal lainnya untuk memudahkan setting piggy-back di kendaraan anda.

Anda dapat bertanya kepada saya dengan meng-klik icon yahoo messenger di kanan atas. Terima kasih.

Piggyback membantu irit BBM

Kenaikan BBM, buat sebagian orang harus merogoh kocek yang dalam. Ada yang putar haluan beralih dari mobil ke sepedamotor. Dan tidak sedikit pula yang menyiasati dengan menghemat konsumsi melalui berbagai cara, tanpa mengeluarkan modal yang besar.

Seperti memakai obat peningkat bbm (octane booster), bisa berupa cairan atau tablet yang dicampurkan ke bahan bakar. Ada lagi dengan metode Katalisator yang sistem kerjanya mengandalkan magnet yang membuat molekul bensin jadi lebih rapat. Terakhir, jenis induksi udara dengan menyalurkan sekaligus menambah pasokan udara untuk mesin.

Selain semua di atas, sebenarnya masih ada alternatif lain, yakni modifikasi engine management alias modifikasi komputer mobil. Untuk tingkatan terendah (biaya tidak terlalu mahal), yakni memprogram ulang atau mengganti program ECU standar atau menambah Piggyback. Ternyata, opsi terakhir lebih populer lantaran tidak mengubah atau mengganti program ECU standar pabrik.Namun hanya memanipulasi sinyal yang bakal diterima ECU. Lagi pula biayanya buat pasang Piggyback relatif lebih terjangkau karena harganya berkisar antara Rp.4 – Rp.6 juta.

“Melalui Piggyback, kita bisa mengatur pasokan bahan bakar dan waktu pengapian yang dibutuhkan mesin agar optimal,” ungkap M.Soleh Yusuf, juragan Sigam Speed di Kuningan, Jakarta Pusat.Meski banyak dipakai untuk kepentingan balap atau mobil yang sudah dimodifikasi mesinnya, bukan berarti mobil standar tak bisa pakai.

Peranti ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan tenaga sekaligus mengoptimalkan konsumsi bahan bakar. Soalnya, sering kali fuel rate mobil standar tidak optimal, ada yang berlebihan (rich) di putaran tertentu dan ada yang kurang (lean) di titik lain. “Hal ini disengaja oleh pabrikan atas dasar safety dan memperpanjang usia pakai mesin,” papar Soleh.

Supaya tidak membingungkan, di bawah ini beragam merek piggyback berikut fungsinya.

1. Dastek Unichip
Punya dua tipe, yakni Q dan Q+ yang punya banyak peminatnya. Apalagi fiturndi dalamnya sangat lengkap, dari mengatur fuel consumption, timing pengapian sampai boost controller-pun sudah tersedia di piggyback berharga sekitar Rp 5 jutaan

2. HKS Unichip
Kendaraan yang sudah di up grade disarankan menggunakan piggyback HKS F-CON Pro, harganya berkisar Rp 8 juta, sudah dilengkapi dengan turbo boost controller, speed limiter dan rev limiter. Pastinya, bagi penganut speed dan performance yang telah mengaplikasi trubochatged sangat cocok dengan peranti ini.

3.A’PEXi
Punya kelebihan mengatur mesin VTEC atau VVT-i dengan produk A’PEXi VAFC II ini bisa lebih irit dan speed lebih kencang. Lalu, ada juga A’PEXi AFC Neo dilengkapi layar LCD berwarna dan mudah dalam pengoperasian karena tidak menggunakan hardwere tambahan.

4. G-Reddy Management Unit
Semua peruntukkan modifikasi sudah ada di G-Reddy. Mulai dari G-Reddy E-Manage untuk porsi menengah sampai yang E-manage Ultimate yang khusus buat high performance, lalu G-Reddy V-Manage untuk mengatur mesin cerdas sekelas VTEC dan VVT-i yang mempunyai harga Rp 4 – Rp 8 juta.

Advertisements